PENYULUHAN PPH

Write on Selasa, 04 Sep 2018 by: Melly

HARI / TANGGAL                : Kamis, 24 Mei   2018

TEMPAT                                :  Aula UPT. BPP Banjarbaru

Peserta rapat terdiri dari :

  • Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (Narasumber)
  • Kabid Ketahanan pangan (Narasumber)
  • Kepala Bidang dan Kepala Seksi Lingkup Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan
  • Kasi  penganekaragaman konsumsi pangan (Narasumber)
  • Pengumpul dan Pengolah Data UPT. BPP Banjarbaru dan UPT. BPP Cempaka
  • Jumlah peserta rapat 50 orang

 

Kesimpulan  :

  1. Pola konsumsi pangan penduduk Indonesia masih terdapat ketimpangan yaitu masih tingginya konsumsi kelompok padi-padian terutama beras dan masih rendahnya konsumsi pangan hewani, umbi-umbian serta buah dan sayur.
  2. Pemanfaatan sumber-sumber pangan lokal seperti umbi, jagung dan sagu masih rendah
  3. Kualitasi konsumsi pangan masyarakat yang ditujukan dengan skor PPH masih belum mencapai kondisi ideal
  4. Diperlukan upaya untuk penganekaragaman konsumsi pangan masyarakat menuju skor PPH yang ideal agar hidup sehat, aktif dan produktif
  5. Pola Pangan Harapan merupakan alat atau instrumen perencanaan konsumsi pangan dan produksi, evaluasi tingkat pencapaian konsumsi pangan, penyediaan pangan dan produksi pangan baik penyediaan maupun konsumsi pangan, juga merupakan basis pengukuran diversifikasi dan ketahanan pangan
  6. Pada prinsipnya analisis situasi dan kebutuhan konsumsi pangan berbasis PPH adalah :
  • Terpenuhinya AKG dan PPH ideal yang merupakan kondisi harapan
  • Terdeteksinya konsumsi dan preferensi pangan masyarakat disuatu wilayah
  • Teridentifikasinya potensi ekonomi, agroekonomi, perdagangan dan demogram yang didukung dengan kebijangan dan regulasi global nasional dan local
  • Yang pada akhirnya tercapai strategi penyediaan pangan menuju kemandirian pangan wilayah
  1. Data konsumsi dapat bersumber dari data primer atau sekunder dimana dalam pengumpulan data sangat diutamakan :
  • Kualitas informasi yang terkandung pada data ketahanan pangan sangat ditentukan oleh akurasi dan relevansi dari data maupun sumbernya. Dimana:
  • Akurasi data : ditentukan oleh dua hal yaitu Validasi dan realibilitas data yang diperlukan
  • Relevansi data : ditentukan oleh karakteristik yang dimiliki dan tujuan yang ingin dicapai oleh pengguna informasi
  1. Kuantitas konsumsi pangan secara umum dapat dilihat dari angka kecukupan energi dan protein, serta ada tidaknya peningkatan konsumsi energi yang cukup signifikan
  2. Kualitas konsumsi pangan merupakan gambaran keberagaman dan keseimbangan konsumsi pangan.
  3. Penyampai an ekpose data PPH dari 2014 sd 2017
  1. SKOR PPH  2014                :   73
  2. SKOR PPH  2015                :   88,2
  3. SKOR PPH  2016                :   88,7
  4. SKOR PPH  2017                :   90,8
  1.  Untuk skor PPH kecamatan Cempaka tahun 2017 : 79,4
  2. Skor PPH kecamatan Banjarbaru Utara tahun 2017 : 90,2  dan
  3. Skor PPH kecamatan Banjarbaru Selatan tahun 2017 : 85,0

 

Share: Share on Google+ Print: Category: Berita Daerah

Peningkatan Wawasan Kepala BPP, Penyuluh & Pendamping

Dalam rangka Peningkatan Kapasitas dan Wawasan Kepala BPP, Penyuluh dan Pendampi

Rapat Penyusunan Programa Penyuluhan Tingkat Kota Banjarbaru Tahun 2019

Acara : Rapat Penyusunan Programa Penyuluhan Tingkat Kota Banjarbaru Tahun 2019

Keakraban di SLB Negeri Pembina Landasan Ulin Barat Kota Banjarbaru

Hai Sahabat Tani (Sani), sudah bulan Oktober nih dan pastinya ada moment ha