BETERNAK KAMBING : PENGELOLAAN PAKAN DAN AIR MINUM

Write on Rabu, 19 Jun 2019 by: fikri

Sebelum memulai beternak, perlu untuk mempertimbangkan masalah ketersediaan pakan. Pakan merupakan elemen penting dan kunci keberhasilan dalam beternak. Tanpa pakan yang memadai, baik dari segi jumlah maupun kualitasnya, kambing tidak akan tumbuh secara optimal. Pakan yang baik adalah pakan yang mangandung zat gizi lengkap yang dibutuhkan kambing. Pakan yang baik juga mudah dicerna. Kambing membutuhkan zat gizi berupa karbohidrat, protein, vitamin, mineral, serat dan air. Kebutuhan gizi kambing dipengaruhi oleh umur ternak, kondisi pencernaan, pertambahan berat badan harian yang diinginkan dan kondisi lingkungan (suhu, kelembaban, kecepatan angin dan cahaya matahari). Pada dasarnya sumber pakan untuk kambing dapat disediakan dalam bentuk hijauan dan pakan penguat. Hijauan untuk ternak kambing menjadi pakan utama, sementara pakan penguat sebagai pakan tambahan, pelengkap atau penguat. Ketersediaan pakan yang cukup akan menghasilkan ternak kambing yang sehat dan produktif.

A. Pakan Hijauan Bergizi
Kambing akan tumbuh sehat dan produktif dalam menghasilkan susu maupun daging bila volume pakan yang diperoleh cukup dan bergizi. Pakan hijauan mengandung gizi dan cocok dikonsumsi kambing. Pakan hijauan berupa rumput-rumputan dan dedaunaan. Pakan rumput-rumputan misalnya rumput gajah, rumput lapangan, rumput raja, rumput kolonjono, rumput benggala. Untuk pakan dedaunan seperti daun singkong, pepaya, waru, nangka serta daun Leguminoceae atau kacang-kacangan seperti kacang tanah, kedelai, lamtoro, turi, gamal dan kaliandra. Daun-daunan hijau lebih disukai kambing dibandingkan rumput. Pakan hijauan yang diberikan sebaiknya tidak hanya satu macam, tetapi terdiri dari beberapa macam rumput dan dedaunan sekaligus. Dengan begitu zat pada pakan hijauan bisa saling melengkapi dan menjamin ketersediaan gizi yang lebih baik karena kandungan zat gizi pada masing-masing rumput dan dedaunan berbeda. Kambing akan memperoleh semua gizi yang dibutuhkan berupa campuran dedaunan dan rumput-rumputan dengan perbandingan 1 : 1. Pemberian pakan dengan komposisi berikut juga membuat kambing tidak cepat bosan melahap pakan hijau yang tersedia. Hindari pemberian hijauan yang masih muda. Jika terpaksa digunakan hendaknya diangin-anginkan terlebih dahulu selama 3 ? 4 jam, untuk menghindari terjadinya kembung pada kambing.

B. Pakan Penguat 
Selain pakan hijauan tersebut, kambing juga membutuhkan pakan penguat. Sebenarnya zat gizi yang dibutuhkan kambing sudah tercukupi dari pakan hijauan asalkan diberikan dalam jumlah yang cukup. Namun pemberian pakan penguat akan membuat pertumbuhan kambing lebih optimal. Apalagi pemeliharaan ditujukan untuk penggemukan, maka pakan penguat harus diberikan agar kambing cepat gemuk. Kambing menyukai pakan dari limbah industri seperti dedak padi, dedak jagung, ampas tahu, ampas kelapa, ampas kelapa, bungkil kedelai, bungkil kacang tanah dan bungkil kelapa. Sedangkan untuk limbah pertanian seperti jerami kadang tanah, jerami kedelai, kulit singkong, jagung halus, bekatul dan umbi-umbian. 
Pakan penguat seperti ampas tahu dan segala jenis bungkil mengandung protein tinggi. Pakan yang mengandung protein tinggi membuat pertumbuhan kambing, terutama kambing muda lebih optimal. Protein bermanfaat dalam membangun, membentuk dan memperbaiki sel atau jaringan tubuh serta sebagai cadangan energi. Sementara pakan penguat seperti kulit singkong, jagung halus, bekatul dan umbi-umbian mengandung karbohidrat tinggi. Pakan yang mengandung karbohidrat tinggi merupakan sumber energi yang baik. Energi digunakan untuk beraktivitas dan kelebihannya akan disimpan dalam bentuk oto dan daging. Dari limbah perkebunan juga dapat dijadikan pakan untuk kambing seperti limbah kopi dan kakao. Dari hasil penelitian Suprio Guntoro sejak tahun 2001 hingga tahun 2006, pemberian pakan dari limbah kopi dan kakao terfermentasi pada kambing dapat meningkatkan bobot badan kambing. Pemberian pakan tambahan dari limbah kopi sebanyak 100gr/ekor/hari meningkatkan berat badan kambing sebesdar 95-100 gr/ekor/hari.

C. Pakan Tambahan
Pakan tambahan berguna untuk memenuhi kebutuhan mineral dan meningkatkan nafsu makan. Selain itu, pakan tambahan ini juga bermanfaat untuk mencukupi kebutuhan mineral. Sumber pakan tambahan berupa campuran mineral (mineral mix) dari garam dapur, kapur dan premix. Garam diperluakan untuk menyimpan air dan sebagai mineral dalam tubuh. Mineral natrium juga berguna untuk meningkatkan nafsu makan ternak serta mempermudah proses pencernaan, penyerapan dan pembentukan jaringan tulang dan urat. Pemberian garam dapur dengan cara dimasukan ke dalam seruas bambu yang dilubangi kecil-kecil pada bagian bawahnya, kemudian diberi air. Bambu berisi garam tersebut kemudain digantungkan pada dinding kandang. Kambing kemudian akan menjilati bagian bawah bambu sehingga akan memperoleh mineral yang dibutuhkan.

D. Volume Pakan
Jumlah pakan yang harus diberikan untuk pakan segar setiap harinya sebanyak 10 ? 20% dari bobot tubuh kambing atau untuk pakan keriang sebesar 3% dari bobot tubuh kambing. Seekor kambing dewasa membutuhkan sekitar 14 -16% protein dan 60% total nutrien tercerna. Pakan hijauan diberikan 2 ? 3 kali sehari, berupa campuran rumput dan dedaunan. Cara pemberian seperti ini akan tercerna lebih efektif dibandingkan dengan pemberian sekaligus. Konsentrat diberikan satu kali sehari sebnayak 0,5 kg ekor per hari. Sebaiknya konsentrat diberikan 1 ? 2 jam sebelum hijauan diberikan.

E. Pemberian air minum
Selain pakan, kambing juga membutuhkan air minum. Kambing membutuhkan air minum antara 1,5 ? 2,5 liter per hari. Kebutuhan air pada kambing bervariasi tergantung pada suhu lingkungan, bobot badan, jenis pakan yang diberikan dan jenis kambing yang diternakan. Namun pemberian air minum umumnya tidak dibatasi. Air minum selalu disediakan untuk kambing. Jika air minum habis atau tinggal sedikit harus segera ditambah. 
(Ir. Amirudin Aidin Beng, MM . Sumber : Kaleka, Norbertus. Beternak Kambing Tanpa : Bau, Angon, dan Ngarit, 2013 ; Mulyono, Subangkit. Penggemukan Kambing Potong, 2007 ; Redaksi Agromedia. Petunjuk Praktis Menggemukan Domba, Kambing dan Sapi Potong, 2009.)

 

Share: Share on Google+ Print: Category: Pertanian

Tanaman kimpul (Xanthosoma sagittifolium)

Tanaman kimpul (Xanthosoma sagittifolium) Tanaman kimpul (Xanthosoma sagittifol

PEMUPUKAN PADA TANAMAN JAGUNG

Program peningkatan produksi jagung melalui varietas unggul harus dibarengi deng

PENGEMBANGAN PADI BEBAS RESIDU

Penggunaan pestisida kimia memang dapat menyelamatkan pertanaman padi dari kegag