PENGEMBANGAN PADI BEBAS RESIDU

Write on Kamis, 20 Jun 2019 by: fikri

Penggunaan pestisida kimia memang dapat menyelamatkan pertanaman padi dari kegagalan panen, akan tetapi penggunaan secara terus menerus dalam jumlah yang tinggi  serta tidak sesuai aturan dapat merugikan alam dan manusia sendiri.  Pemakaian secara tidak bertanggungjawab dapat mengganggu keseimbangan ekologi karena terbasminya musuh alami serta menjadi residu pada padi yang dihasilkan.  

Perlu upaya menekan dampak kerugian melalui budidaya tanaman padi yang bebas residu untuk menciptakan masyarakat yang sehat dan berkualitas.  Beras yang dikonsumsi harus beras sehat bebas residu  bahan kimia,  khususnya  residu  pestisida  yang  dapat membahayakan kesehatan manusia. Pestisida kimia perlu diganti dengan teknologi pengendalian alternatif, yang lebih banyak memanfaatkan bahan dan metode hayati, termasuk musuh alami, pestisida hayati dan feromon. Dengan cara ini, dampak negatif penggunaan pestisida terhadap kesehatan dan lingkungan dapat dikurangi.      

Budidaya padi bebas residu, dapat berupa budidaya organik ataupun non-organik (konvensional).  Pupuk anorganik bukan merupakan salah satu sumber residu kimia, akan tetapi pestisida kimialah sumber utama residu pada beras yang dihasilkan. Penggunaan pupuk anorganik dalam budidaya padi bebas residu masih dapat digunakan dalam ambang batas tertentu.

Penggunaan pupuk organik dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia dan membantu mengendalikan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), sebagai contoh mengembalikan jerami ke tanah dapat mengundang capung (sebagai musuh alami wereng). Penggunaan pestisida hayati akan lebih aman bagi manusia dan tidak meninggalkan residu kimia.  Apabila kelompok tani memilih cara budidaya secara organik, sertifikasi organik bukan merupakan tujuan utama dari budidaya padi bebas residu,  tetapi sertifikat padi organik dapat memberikan nilai tambah bila budidaya padi bebas residu secara organik ini dilanjutkan ke proses sertifikasi.

Kementerian Pertanian telah melakukan upaya dan sosialisasi terhadap budidaya padi bebas residu baik secara swadaya melalui pemberian bantuan pemerintah berupa benih, pupuk organik, pestisida hayati, pupuk hayati dan pupuk anorganik, yang kebutuhannya disesuaikan dengan rekomendasi BPTP setempat atau spesifik lokasi. Sarana paket bantuan yang diberikan biasanya hanya bersifat stimulant, artinya apabila bantuan yang tersedia tidak mencukupi untuk menyediakan paket teknologi yang direkomendasikan Badan Litbang Kementan atau instansi lainnya, maka tambahan biaya dapat didukung dari anggaran APBD Provinsi, Kabupaten/Kota dan atau swadaya.

Pada budidaya padi bebas residu, apabila petani/kelompoktani akan menggunakan teknik budidaya padi organik, penggunaan pupuk unorganik harus dihindari dan digantikan oleh pupuk organik yang terdaftar secara resmi di Kementerian Pertanian dan dalam masa edar.  Beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam budidaya padi bebas residu  adalah:

  1. BenihBenih  padi yang digunakan sebaiknya merupakan varietas  unggul  yang  telah  dilepas Menteri Pertanian atau varietas lokal yang telah didaftarkan.  Pemilihan varietas yang tepat merupakan langkah awal dalam meningkatkan produktivitas.
  2. BersertifikatSebaiknya menggunakan minimal  kelas  benih  sebar  (BR/ES),  serta masih dalam masa edar  saatnya ditanam untuk memastikan terjaminnya mutu benih.
  3. Pupuk organik. Pupuk Organik dapat berfungsi sebagai pembenah tanah (mengandung asam humat) serta penyedia zat hara (asam amino dan asam sulfat). Pupuk organik  yang  digunakan untuk pengembangan padi bebas residu sebaiknya  terdaftar secara resmi di Kementerian Pertanian serta masih dalam masa ed
  4. Pupuk hayatiPupuk hayati dapat menggunakan pembiakan mikroba (bakteri atau cendawan) yang berperan sebagai seed treatment dalam meningkatkan ketersediaan hara tanah, meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman misalnya: Azotobacter, Azospyrillum, Bacillus, Pseudomonas, Rhizobium yang dapat menambah N dan melepas P tanah, serta mikoriza untuk meningkatkan ketersediaan P tanah. Pupuk hayati yang digunakan dapat disesuaikan dengan kebutuhan (spesifik lokasi)..
  5. Pupuk anorganik yang digunakan sebaiknya disesuaikan dengan rekomendasi BPTP setempat atau sesuai spesifik lokasi.

Dengan upaya pengembangan padi bebas residu, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pangan yang sehat, berkualitas dan bermutu yang setiap tahun semakin meningkat permintaannya.

Penulis: Sri Mulyani (PP BPPSDMP Kementan)

Sumber: Direktorat Jenderal Tanaman Pangan. 2019. Petunjuk Pelaksanaan Kegiatan Serealia  2019, Jakarta.

Badan Litbang Pertanian. 2010. Peta Potensi Penghematan Pupuk Anorganik dan Pengembangan Pupuk Organik pada Lahan Sawah Indonesia. Jakarta

Padi bebas residu tingkatkan produktivitas petani Singkawang. https://www.antaranews.com/berita/805576/padi-bebas-residu-tingkatkan produktivitas-petani-singkawang

 

Share: Share on Google+ Print: Category: Berita Daerah, Pertanian

Tanaman kimpul (Xanthosoma sagittifolium)

Tanaman kimpul (Xanthosoma sagittifolium) Tanaman kimpul (Xanthosoma sagittifol

Kegiatan Lomba Hari Ulang Tahun Ke - 74 Republik Indonesia

Banjarbaru, 21 Agustus 2019 bertempat di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan,

Program Hatinya PKK

Banjarbaru, 19 Agustus 2019 Ketua TP. PKK Provinsi Kalimantan Selatan