Penggunaan Cultivator sebagaiTeknolog idalam Pengembangan Pertanian

Write on Senin, 11 Feb 2019 by: fikri

Masyarakat pertanian pada zaman dulu melakukan aktivitas pertanian secara  manual atau dengan kata lain pertanian yang masih tradisional. Pertanian yang menggunakan tenaga manusia seutuhnya pastilah sangat terbatas. Pentingnya aplikasi teknologi pertanian dikarenakan keberadaan teknologi yang sudah sedemikian besar pengaruhnya terhadap kesuksesan sebuah pertanian dilihat dari segi kualitas dan kuantitas produksi yang dihasilkan.

Bahkan dengan turut berpengaruhnya sektor pertanian terhadap besarnya peluang / kesempatan kerjamaka secara tidak langsung teknologi juga berperan menambah kesempatan kerja kepada seluruh komponen masyarakat. Besarnya kapasitas produksi berarti pula besarnya kesempatan kerja.

Adanya pengaruh yang besar antara penggunaan teknologi dengan hasil pertanian yang lebih baik tentunya harus dioptimalkan mengingat kebutuhan dunia akan produk hasil pertanian yang tidak akan pernah tercukupi.

Oleh karena itu teknologi pertanian sangat dibutuhkan demi mensejahterakan kehidupan petani dan untuk memenuhi kebutuhan akan produk hasil pertanian dalam skala yang besar.

  • (Mosher, 1985) mengemukakan bahwa teknologi merupakan salah satu syarat mutlak pembangunan pertanian.
  • Sedangkan untuk mengintroduksi suatu teknologi baru pada suatu usaha tani menurut (Hernanto, 1991), ada empat faktor  yang  perlu diperhatikan yaitu :

1) secara teknis dapat dilaksanakan

2) secara ekonomi menguntungkan

3) secara sosial dapat diterima dan

4) sesuai dengan peraturan pemerintah.

  • Menurut (Murdikanto, 1993) Suatu teknologi atau  ide baru akan diterima oleh petani apabila memenuhi syarat berikut :

1) Memberi keuntungan ekonomi bilateknologi tersebut diterapkan  (profitability).

2) Teknologi tersebut sesuai dengan lingkungan budaya setempat.

3) Kesesuai dengan lingkungan fisik (physical compatibility).

4) Teknologi tersebut memiliki kemudahan jika diterapkan.

5) Penghematan tenaga kerja dan waktu serta

6) Tidak memerlukan biaya  yang  besar jika teknologi tersebut diterapkan.

Penggunaanalat Cultivator yang dilakukan kelompok Mekar Jaya Lestari yakni untuk menggemburkan tanah pada lahan kering, yang pastinya sangat tepat dan cocok untuk digunakan di lahan pertanian di wilayah Loktabat Utara.

Seperti dikutip dari wikipedia.  Cultivator merupakan alat dan mesin pertanian yang digunakan untuk pengolahan tanah sekunder. Cultivator bekerja dengan menggunakan gigi yang sedikit menancap ke dalam tanah sambil ditarik dengan sumber tenaga penggerak, umumnya traktor. Cultivator jenis lain (rotary tiller) menggunakan gerakan berputar cakram dan gigi untuk mencapai hasil  yang  sama.

Salah satu anggota kelompok tani Mekar Jaya Lestari BpWahyudi menjelaskan tentang proses kerja Cultivator adalah mengaduk dan menghancurkan gumpalan tanah yang besar, sebelum penanaman (untuk mengaerasi tanah) maupun setelah benih atau bibit tertanam (untuk membunuh gulma). Berbeda dengan garu mengaduk sebagian besar permukaan tanah, cultivator mengaduk tanah sebagian saja secara hati-hati sehingga tidak mengganggu tanaman pertanian. Cultivator  yang bertipe gigi menyerupai bajak singkal namun bekerja dengan cara yang berbeda. Cultivator hanya bekerja pada permukaan, sedangkan bajak singkal bekerja lebih ke dalam tanah. Sehingga penggunaan cultivator membutuhkan tenaga tarik yang lebih kecil dibandingkan pembajakan. (Ulasannya)

Bapak Aris Efendi selaku ketua Kelompok tani Mekar Jaya Lestari menambahkan manfaat Menggunakan alat Cultivator yakni :

  1. Mutu pekerjaan olah tanah menjadi lebih baik (lebih dalam dan gembur).
  2. Efisiensi (waktu lebih cepat, biaya lebih murah).
  3. Praktis dalam penggunaannya (ringan/mudah dikendalikan).
  4. Ringan dan mudah dipindah-pindahkan sesuai kebutuhan pekerjaan.

Penggunaan teknologi mekanis ini juga bertujuan untuk memberantas tanaman pengganggu, memperbaiki aerasi tanah, mempertahankan kadar lengas tanah, memacu kerja mikroorganisme menjadi lebih aktif,  mengembangkan penyediaan unsur hara dalam tanah, serta menggemburkan tanah agar penetrasi akar tanaman pokok lebih efektif.

By : Yuanita Meirindawati, SST / PPL Loktabat Utara

Share: Share on Google+ Print: Category: Pertanian

PENGEMBANGAN PADI BEBAS RESIDU

Penggunaan pestisida kimia memang dapat menyelamatkan pertanaman padi dari kegag

Beternak Kambing : Pengelolaan Pakan dan Air Minum

Sebelum memulai beternak, perlu untuk mempertimbangkan masalah ketersediaan paka

PEMBUATAN ES KRIM DARI JAMUR TIRAM

Praktek pembuatan Es krim dari jamur tiram di KWT Merah Delima Adapun bahan - b