PGPR Yang Perkasa

Write on Senin, 06 Jan 2020 by: fikri

Oleh :  WITA WULAN SARI, SP

Penyuluh Pertanian BPP Landasan Ulin

 

PGPR atau Plant Growth Promoting Rhizobacteria adalah mikroorganisme menguntungkan yang hidup di sekitar perakaran, berupa kumpulan berbagai bakteri yang mampu meningkatkan pertumbuhan dan mengendalikan penyakit tanaman.  PGPR sangat diperlukan oleh tanaman karena memiliki banyak manfaat.  Manfaat yang dapat terlihat secara nyata adalah bahwa PGPR mencegah dan mengendalikan penyakit layu dan dapat memacu pertumbuhan tanaman dengan :

  • Memproduksi antibiotik untuk melindungi tanaman dengan cara menghambat pertumbuhan penyakit perakaran.
  • Menjadi pesaing patogen penyebab penyakit dalam mendapatkan makanan di sekitar perakaran sehingga pertumbuhan patogen merugikan menjadi berkurang.
  • Merangsang pembentukan hormon atau ZPT Auksin, Sitokinin, dan Giberilin sehingga tanaman terlihat subur.
  • Menghambat produksi etylen (zat yang menyebabkan tanaman cepat tua dan mati).
  • Meningkatkan penyerapan dan pemanfaatan unsur nitrogen (N) oleh tanaman.
  • Meningkatkan kemampuan tanaman dalam menyerap unsur besi (Fe).
  • Meningkatkan kemampuan tanaman dalam menyerap unsur sulfur (S).
  • Meningkatkan ketersediaan unsur fosfor (P).
  • Meningkatkan ketersediaan unsur mangan (Mn).

Penyakit tanaman yang dapat dikendalikan antara lain:

  • layu fusarium
  • penyakit busuk batang phytoptora
  • penyakit layu bakteri pada pisang, family solanaceae dan kacang-kacangan.
  • Schlerotium
  • Rhizoctonia
  • Blast
  • Antraknose

Pembuatan biang PGPR

Akar bambu, akar putri malu, atau akar rumput galah 250 gram direndam dalan air selama 3-4 malam, atau dapat direndam dengan air kelapa.

Pembuatan PGPR

Bahan :

10 liter air

1/2 kg dedak

1 liter biang PGPR

200 gr terasi

250 gr gula merah/tetes tebu

Cara membuat :

Campur semua bahan, kemudian direbus hingga mendidih.  Setelah dingin campurkan 1 liter biang PGPR.  Tutup rapat, diamkan satu hingga dua minggu.

Cara aplikasi PGPR :

Untuk benih, cuci benih Sampai bersih lalu rendam dalam larutan PGPR dengan konsentrasi 10 ml per liter air selama 10 menit hingga 8 jam tergantung jenis benih.  Untuk bibit berupa stek atau biakan vegetatif direndam sesaat dengan konsentrasi 10 ml per liter.  Untuk tanaman semusim (cabe, terong, tomat, timun, dll) larutan PGPR dengan konsentrasi 5 ml per liter air sebanyak 1-2 gelas disiramkan di daerah perakaran.  Untuk kesuburan dan kesehatan lakukan penyiraman dengan interval 7-15 hari sekali.

Share: Share on Google+ Print: Category: Pertanian

Pemeriksaan Ternak Hewan Di Kelompok Tani Cengal Kelurahan Bangkal

Oleh : Yulia Resty, SP PPL UPT BPP Cempaka Dibalik postingannya kk Aya Aya Wae

Pencegahan dan pengendalian ulat bulu di perumahan Citra Graha Abadi - Sukamara

Oleh : Refi Kunmariana PPL UPT BPP Liang Anggang Kami di awal tahun 2020,,

Tricholin Sang Agensi Hayati

Oleh :  WITA WULAN SARI, SP Penyuluh Pertanian BPP Landasan Ulin