Diserfikasi tanaman sayuran

Write on Rabu, 04 Mar 2020 by: dhanie

 

Banjarbaru, Selasa tanggal 3 maret 2020 KJF supervisi dan PPL wilayah binaan Loktabat Utara anjangsana ke Poktan Berkat bersama kelurahan Loktabat Utara. yang diketuai oleh Bapak Ardiansyah, beliau bertanam sayuran dengan cara diserfikasi tanaman sayuran yang terdiri dari beberapa sayuran dengan luasan keseluruhan sebanyak 3 borong terdiri dari tanaman sawi, tanaman kangkung, dan tanaman bayam. hal ini dimaksud mengantisipasi apabila terjadi penurunan salah satu harga sayuran.

Sayuran adalah makanan yang berasal dari tumbuhan dengan kadar air dan serat yang tinggi. Sayuran mengandung banyak vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Sayuran adalah tanaman hortikultura yang ditanam secara intensif.

Seperti sudah diketahui oleh masyarakat pada umumnya, sayuran merupakan salah satu bahan makanan yang dibutuhkan oleh tubuh. Melalui sayuran terdapat nutrisi seperti vitamin, protein, dan zat-zat mineral lain yang dapat mendukung kesehatan tubuh manusia. Oleh karena itulah, sayuran menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat, setelah nasi tentunya.

Secara umum, teknik budidaya tanaman sayuran apapun memiliki kesamaan. Berikut ini beberapa teknik budidaya tanaman sayuran secara umum yang harus diperhatikan dan dilakukan.

Seperti tanaman-tanaman lain, dalam budidaya tanaman sayuran teknik pembibitan tentu juga diperlukan. Benih yang baik yang dipilih memiliki tanda-tanda seperti, bebas dari hama dan penyakit, memiliki daya tumbuh yang tinggi, memiliki daya kecambah sekitar 80%, dan riwayat induknya sehat serta produktif. Berdasarkan jenis tanamannya, terdapat beberapa perlakuan sebelum bibit disemai ataupun yang langsung dapat disemai. Teknik pembibitan yang juga harus diperhatikan adalah kecukupan akan kebutuhan gizi tanaman. Di masa pembibitan, bibit membutuhkan asupan air yang cukup, pupuk yang cukup, dan pencegahan akan organisme pengganggu.

Setelah melakukan pembibitan biasanya bibit harus dipindahkan ke lahan yang permanen. Lahan tersebut terlebih dahulu harus melalui berbagai proses pengolahan tanah sebagai persiapan. Proses pengolahan tanah dilakukan dengan menggemburkan tanah dan memastikan lahan telah sesuai dengan syarat-syarat tumbuh tanaman yang akan ditanam. Misalkan menyesuaikan pH dan kadar air. Dalam melakukan penggemburan, petani dapat mencangkul tanahnya secara biasa saja dan hingga merata.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, sebelum melakukan penanaman perlu dipastikan apakah tanaman yang akan ditanam perlu disemai atau tidak. Jika perlu, lakukan penyemaian dan jika tidak lanjutkan ke proses penanaman. Dalam hal penanaman, yang perlu diperhatikan adalah jarak menanam. Jarak menanam yang ideal adalah salah satu faktor yang menentukan keberhasilan tanaman untuk tumbuh.

Dalam melakukan budidaya tanaman sayuran ada tiga jenis perawatan yang penting dan harus dilakukan. Perawatan yang pertama adalah dalam hal pengairan. Pengairan harus dilakukan secara teratur dan mencukupi kebutuhan sesuai jenis sayuran yang ditanam. Perawatan kedua adalah penyiangan atau pemangkasan. Pemangkasan dilakukan untuk menstimulasi tanaman sayuran untuk tetap produktif serta mengendalikan juga kemungkinan hama dan penyakit. Perawatan ketiga yang harus dilakukan adalah pemupukan. Sama seperti pada tanaman lain, pemupukan merupakan salah satu cara paling efektif untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman. Pemupukan dilakukan secara berkala sesuai jangka waktu serta dosis tertentu. Pastikan kebutuhan tanaman Anda tetap tercukupi. Lakukan pemupukan untuk membantu pertumbuhan tanaman sayuran dan sebagai nutrisi dalam tanah.

Pengendalian Hama Tumbuhan (OPT) harus dilakukan sesuai dengan jenis serangan dan dosis yang digunakan harus sesuai. Penggunaan pestisida harus dilakukan dengan hati-hati, harus sesuai dan tepat dosis agar tidak merusak lingkungan dan tanaman.

Setiap tanaman sayuran memiliki masa panen yang berbeda-beda setelah waktu penanamannya. Ada yang dapat dipanen setelah 20 hari dan ada pula yang baru bisa dipanen setelah beberapa bulan. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui waktu ideal tanaman sayuran dapat dipanen.

Selain waktu panen, hal lain yang perlu diperhatikan adalah ciri-ciri sayuran sudah siap panen. Setiap sayuran memiliki cirinya sendiri. Jika syarat waktu panen serta ciri panen telah terpenuhi, maka sayuran telah siap dipanen. Setelah dipanen, sayuran harus diperlakukan dengan tepat untuk mencegah kebusukan. Lakukanlah penggolongan jenis sayuran yang sudah panen dan simpanlah sesuai kebutuhan kelembaban dari tanaman sayuran tersebut. Dengan demikian, sayur akan tetap segar dan tetap dapat dijual dengan harga yang tinggi.

Hal-hal berupa teknik budidaya tanaman sayuran seperti sawi, kangkung dan lainnya sudah menjadi standar untuk dilakukan oleh para petani. Perlakukan berupa cara budidaya yang tepat, tentu akan mendukung keberhasilan budidaya. Semakin banyak pembudidaya sayuran, maka akan semakin mudah juga manusia untuk memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi tubuhnya.

Saran yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan....Sekian dan Terimakasih....

Oleh :

Yuanita Meirindawati, SST

PPL Loktabat Utara Kecamatan Banjarbaru Utara

 

Comment: 0 Share: Share on Google+ Print: Category: Berita Daerah

Pelatihan Pertanian Terbarukan

Cempaka, 19 Maret 2020 UPT BPP Cempaka beserta penyuluhnya melaksanakan Pelatiha

Penyuluhan B2SA Oleh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjarbaru

Kegiatan Penyuluhan B2SA rutin dilakukan setiap 1 tahun sekali. B2SA  

Konsultasi Anggota DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat ke DKP-3

Pada kesempatan kali ini para Anggota DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat melaku


Leave a Comment