WASPADA ANJING RABIES

Write on Selasa, 03 Mar 2020 by: dhanie

Banjarbaru, Senin 2 Maret 2020, salah seorang warga masyarakat Komplek Galuh Marindu 2 Kelurahan Sungai Besar melaporkan ada seorang anak di wilayahnya yang digigit anjing yang disinyalir mengidap rabies.  Sebagian warga memberi kesaksian bahwa anjing tersebut sering terlihat galak dan seolah ingin menyerang.  kesigapan masyarakat sangat utama, terbukti dengan hadirnya Drh. Widodo ke lokasi untuk segera memberikan tindakan terhadap anjing yang diduga mengidap rabies.

Hewan yang terinfeksi rabies mungkin tampak sakit, gila, atau jadi lebih ganas. Inilah asal mula ungkapan “anjing gila”. Namun, anjing yang terinfeksi rabies juga bisa terlihat terlalu ramah, jinak, atau bingung. Bahkan, terkadang anjing yang terinfeksi rabies mungkin bisa terlihat normal atau biasa saja.

Awalnya, seekor anjing yang terinfeksi mungkin menunjukkan perubahan perilaku yang ekstrem seperti gelisah, tidak bisa tenang, atau ketakutan. Anjing yang ramah mungkin menjadi lebih sensitif, atau anjing  yang biasanya bersemangat bisa menjadi lebih jinak.

Anjing rabies juga mungkin menggigit atau menyerang hewan lain, manusia, dan benda mati. Anjing yang kena rabies juga mungkin terus menjilat, menggigit, dan mengunyah benda-benda tertentu. Kondisi ini biasanya disertai dengan demam.

Seiring perkembangan virus, anjing yang terinfeksi bisa menjadi sensitif terhadap sentuhan, cahaya, dan suara. Anjing mungkin makan hal-hal yang tidak biasanya dimakan dan suka bersembunyi di tempat gelap. Kelumpuhan otot tenggorokan dan rahang, mengakibatkan gejala munculnya busa atau buih di mulut anjing.  Linglung dan tidak cekatan juga umumnya terjadi pada anjing rabies yang disebabkan oleh kelumpuhan kaki belakang. Tanda-tanda rabies lainnya yang umum termasuk kehilangan nafsu makan, kelemahan, kejang, dan kematian mendadak.

Masa inkubasi (waktu dari infeksi sampai saat perkembangan gejala) virus rabies pada manusia adalah sekitar 30 sampai 60 hari. Karena itu, Anda mungkin baru akan mengalami gejalanya lama setelah Anda digigit atau dicakar oleh anjing rabies. Kebanyakan orang pertama kali mengalami gejala sakit yang dimulai dengan kesemutan atau gatal yang dari tempat gigitan atau tempat masuknya virus.

Keluhan lainnya seperti demam tinggi, menggigil, kelelahan, nyeri otot, dan mengalami susah tidur. Gejala ini mungkin tampak serupa dengan gejala-gejala flu.  Karena mirip seperti flu, biasanya orang mengabaikan gejala ini. Namun, nyatanya muncul gejala lanjutan pada pengidap rabies. Gejala lanjutan tersebut adalah penanda kondisi pengidapnya semakin memburuk karena virus menyerang sistem saraf pusat. Gejala tersebut antara lain:

1. Kram otot.
2. Insomnia.
3. Cemas.
4. Bingung.
5. Halusinasi.
6. Produksi air liur berlebih.
7. Mengalami kesulitan menelan.
8. Sesak napas.
Karena berpotensi menyebabkan kelumpuhan, koma, dan kemudian meninggal dunia, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter saat gejala masih ringan, atau setelah mengalami gigitan hewan yang diduga terinfeksi.

Secara bertahap, virus akan menyebar sehingga menyebabkan penderita merasa gelisah, kebingungan, kelumpuhan, kesulitan menelan, dan akhirnya menjadi kejang hingga menyebabkan koma.

Penderita rabies juga akan mengalami takut pada air (hydrophobia) dan takut pada hembusan udara (aerophobia). Akhirnya, berbagai organ tubuh terasa semakin sakit dan menyebabkan kematian meski sudah mendapatkan pengobatan.

Karena itu, bila Anda mencurigai hewan peliharaan Anda kena rabies, segera periksakan ke dokter hewan. Begitu juga kalau Anda habis digigit hewan liar atau anjing yang tidak Anda kenal. Segera periksa ke dokter sebelum gejalanya tambah parah.  Begitu pula yang dilakukan oleh orang tua dari anak yang digigit anjing tersebut, mereka segera melarikan si anak ke Rumah Sakit untuk mendapat perawatan, sebelum mengalami beberapa hal dibawah ini :
1. Demam.
2. Lemas.
3. Kesemutan.
4. Sakit kepala.
5. Sakit pada bekas gigitan.
6.  Merasa cemas.


Penanganan Gigitan Anjing Rabies
Terdapat tiga cara penanganan bila digigit anjing rabies yaitu:

Penanganan Pasca Terkena Gigitan. Dalam penanganan gigitan anjing rabies, diperlukan tindakan cepat yaitu mencuci luka gigitan sesegera mungkin dengan air mengalir dan sabun atau deterjen selama 10 hingga 15 menit lalu diberikan antiseptik.
Pre Exposure Vaccination vaksin (VAR). Dalam proses penangan, misalnya untuk luka resiko rendah yang tidak berbahaya seperti jilatan pada kulit, luka, garukan atau lecet (erosi, ekskoriasi), luka kecil di sekitar tangan, badan dan kaki, cukup diberikan VAR. WHO merekomendasikan agar VAR diberikan sebanyak tiga kali dengan dosis yang penuh pada hari ke-0, ke-7 dan ke-21 atau ke- 28. Pemberian VAR bisa dilakukan secara intramuskular di daerah deltoid pada orang dewasa dan anterolateral paha pada anak-anak. Pemberian suntik vaksin rabies VAR juga dapat diberikan di awal sebelum digigit. Vaksin ini dianjurkan kepada mereka yang mempunyai risiko besar untuk mendapat infeksi, seperti: dokter hewan, teknisi yang bekerja pada hewan, karyawan laboratorium yang bekerja dengan virus rabies, karyawan rumah potong hewan, petugas kesehatan yang menangani kasus luka rabies, dan petugas peternakan yang menangani hewan penularan rabies.
Pemberian Serum Anti Rabies (SAR). Ini merupakan imunisasi pasif yang bertujuan untuk segera memberikan neutralizing antibodies sebelum sistem imun pengidap siap untuk menghasilkan antibodi sendiri yang terjadi 7-14 hari setelah diberikan VAR. Sedangkan SAR diberikan sekali pada awal vaksinasi, jika SAR tidak diberikan pada awal vaksinasi masih dapat diberikan sampai hari ke-7 sejak vaksinasi awal. Setelah hari ke-7 merupakan kontraindikasi SAR karena telah terjadi respon imun aktif terhadap VAR. Suntikan SAR sangat diperlukan apabila luka gigitan yang terpaksa dijahit. Selanjutnya dilakukan penyuluhan tentang penyakit rabies kepada masyarakat di sekitar Komplek Galuh Marindu 2, sehingga menambah pengetahuan dan antisipasi bagi masyarakat lainnya.  Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
 

oleh :

Yulia Resty, SP

PPL Kel. Sungai Besar & Guntung Paikat

Comment: 0 Share: Share on Google+ Print: Category: Berita Daerah

Pelatihan Pertanian Terbarukan

Cempaka, 19 Maret 2020 UPT BPP Cempaka beserta penyuluhnya melaksanakan Pelatiha

Penyuluhan B2SA Oleh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjarbaru

Kegiatan Penyuluhan B2SA rutin dilakukan setiap 1 tahun sekali. B2SA  

Konsultasi Anggota DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat ke DKP-3

Pada kesempatan kali ini para Anggota DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat melaku


Leave a Comment