Babak Baru CPNS Penyuluh Pertanian

Write on Senin, 13 Mar 2017 by: admin

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menyerahkan formasi dan hasil seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS Penyuluh Pertanian kepada 441 Bupati/Walikota selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) Kabupaten/Kota, di Ungaran Semarang pada tanggal 11 April 2017. Hadir pada kegiatan tersebut Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Wakil Ketua Komisi IV DPR, Herman Khaeron, anggota Komisi IV DPR, Firman Subagyo, perwakilan KPK dan perwakilan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB).
Mentan mengatakan, keberhasilan yang diraih Indonesia yakni dengan meningkatkan produksi pangan strategis dan pendapatan bagi petani tidak terlepas dari peran PPL. Hal ini terbukti dengan mampunya Indonesia melewati ancaman El Nino pada tahun 2015 dan La Nina pada tahun 2016. Tidak adanya paceklik sehingga produksi pangan meningkat, impor pangan menurun bahkan tidak ada impor. Produksi padi selama dua tahun yakni 2015 hingga 2016 naik 11 persen. Jagung naik 21,8 persen, cabai naik 2,3 persen, dan bawang merah naik 11,3 persen. Kemudian, tidak ada impor beras, ekspor beras naik 43,7 persen, impor jagung turun 66,6 persen dan impor bawang merah turun 93 persen.
Pengangkatan CPNS penyuluh pertanian yang berasal dari Tenaga Harian Lepas Tenaga Pembantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) merupakan momentum yang telah diperjuangkan sejak lama. Mereka diarahkan untuk melaksanakan tugas pendampingan kepada pelaku utama dalam mengembangkan agribisnis dan membantu penyuluh pertanian PNS sesuai dengan program penyuluhan kecamatan dan program penyuluhan pertanian desa. Dari 7.684 formasi yang diajukan kepada 441 Kabupaten/Kota di Indonesia, diangkat 6.069 THL menjadi CPNS. Statusnya yang telah diangkat ini berusia dibawah 35 tahun dan telah bekerja selama delapan hingga 10 tahun.
Mentan berharap setelah turunnya pengangkatan status ini, para penyuluh pertanian harus bekerja lebih maksimal percepatan peningkatan swasembada pangan. Selain itu, Mentan tidak ingin para penyuluh pertanian melakukan pungutan liar (Pungli) dan harus membantu para petani mencapai kesejahteraan yang layak. Masih banyak petani yang belum mencapai kesejahteraannya dan harus dibantu. Maka dari itu jangan lakukan Pungli, jika ada penyuluh yang terbukti melakukan Pungli maka SK-nya akan langsung di cabut. Bagi para THL-TB penyuluh pertanian yang berusia lebih dari 35 tahun akan diarahkan menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) setelah Peraturan Pemerintah tentang Manajemen PPPK diterbitkan.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Herman Khaeron menyampaikan apresiasi kepada Mentan yang telah merespon dengan cepat perjuangan DPR RI bersama penyuluh THL. Kementan telah mendorong peran penyuluh THL sebagai pasukan organik yang senantiasa ada di tengah petani, sehingga pembangunan pertanian saat ini mengalami kemajuan. Untuk itu, etos kerja penyuluh THL yang statusnya sudah menjadi CPNS, harus mampu meningkat dan gigih meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan meski padi dan bawang sudah tidak impor. Jagung, impornya sudah sedikit dan kini harus menstabilkan harga cabai.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengungkapkan dengan adanya proses Formasi dan Hasil SKD CPNS Penyuluh Pertanian menujukan bahwa nasib tenaga honorer di sektor pertanian sudah cukup jelas arahnya. Pengangkatan tenaga honorer pertanian saat ini tidak terlepas dari peran dan kegigihan Mentan Amran Sulaiman dan jajaran Komisi IV DPR RI. Dengan adanya pengangkatan sejumlah THL-TBPP menjadi CPNS memberi gairah baru di sektor pertanian, untuk itu penyuluh THL-TBPP yang telah diangkat status menjadi CPNS harus mampu memajukan sektor pertanian dan mampu mendampingi para petani.
Jumlah penyuluh yang belum memenuhi jumlah yang diinginkan hendaknya tidak mengurangi peran penyuluh problem solver bagi petani. Penyuluh hendaknya dapat memanfaatkan teknologi agar bisa berkomunikasi dengan petani dan mendata permasalahan secara cepat, mau tidak mau, suka tidak suka harus masuk di era digital.

Comment: 0 Share: Share on Google+ Print: Category: Berita Daerah, Berita Nasional, Pertanian

Panen Raya Padi Sawah Kelompok Tani Kota Banjarbaru

Banjarbaru, 16 Juli 2019 bertempat di Kelompok Tani Karya Bersama Kelurahan Sung

PENGEMBANGAN PADI BEBAS RESIDU

Penggunaan pestisida kimia memang dapat menyelamatkan pertanaman padi dari kegag

BETERNAK KAMBING : PENGELOLAAN PAKAN DAN AIR MINUM

Sebelum memulai beternak, perlu untuk mempertimbangkan masalah ketersediaan paka


Leave a Comment