Profil

 

  • Selayang Pandang

Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Wilayah Cempaka dibentuk pada tahun 2007, berada dibawah naungan Dinas pertanian Perikanan dan Kehutanan Kota Banjarbaru.  Pada tahun 2014 Berubah nama menjadi  Unit Pelaksana Teknis Balai Penyuluhan Pertanian Perikanan dan kehutanan  (UPT- BP3K) Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru dengan wilayah kerja meliputi 4 Kelurahan  yaitu Kelurahan  Cempaka, Kelurahan Sungai Tiung , Kelurahan Bangkal dan  Kelurahan Palam. 4 Kelurahan ini  merupakan wilayah  kerja binaan  penyuluhanBalai Penyuluhan Pertanian (BPP) Wilayah Cempaka dibentuk pada tahun 2007, berada dibawah naungan Dinas pertanian Perikanan dan Kehutanan Kota Banjarbaru.  Pada tahun 2014 Berubah nama menjadi  Unit Pelaksana Teknis Balai Penyuluhan Pertanian Perikanan dan kehutanan  (UPT- BP3K) Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru dengan wilayah kerja meliputi 4 Kelurahan  yaitu Kelurahan  Cempaka, Kelurahan Sungai Tiung , Kelurahan Bangkal dan  Kelurahan Palam. 4 Kelurahan ini  merupakan wilayah  kerja binaan  penyuluhan.

Letak BP3K  Wilayah di Kelurahan Bangkal Kecamatan Cempaka berada pada LS 3 o 27`0”  dan BT 114 o 45` 0” , pada ketinggian tempat 25 - 100  meter dari permukaan laut.  Luas wilayah BP3K  Wilayah Dramaga 14.670 Ha dengan batas wilayah  sebagai berikut :
-  Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Banjarbaru.
-  Sebelah Selatan berbatasan dengan  Kecamatan Bati-bati  Kab Tanah Laut.
-  Sebelah Barat berbatasan dengan dengan  Kecamatan Landasan Ulin.
-  Sebelah Timur berbatasan dengan  Kecamatan  Karang Intan Kab.Banjar.

  • Visi dan Misi

1. Meningkatkan kapabilitas sumber daya manusia dan kelembagaan penyuluhan.

2. Meningkatkan jejaring kerja dalam inovasi teknologi.

  • Tugas Pokok dan Fungsi

1. Menyelenggarakan urusan ketatausahaan BPP.

2. Penyusunan programa penyuluhan pertanian  dan rencana kerja penyuluh pertanian.

3. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi penyelenggaraan penyuluhan pertanian diwilayah kerjanya.

4. Pembinaan penyuluh pertanian swadaya  swakarsa, pelaksanaan percontohan, pengelolaan usaha pertanian  komoditas prioritas/ spesifik lokasi.

5. Pelaksanaan pengkajian, pengembangan dan penerapan teknologi spesifik lokasi.

6. Pelaksanaan sentra informasi usahatani dan pasar.

7. Pembinaan dan pengembangan keseimbang an Kelompok tani.

8. Penyelenggaraan pertemuan 2 mingguan bagi penyuluh pertanian.

9. Penyelenggaan pelatihan bagi petani dalam berusaha tani.

Share: Share on Google+ Print: