Bikin Telur Asin Bareng Mahasiswa UNISKA

Selasa, 5 Februari 2019 KWT mendapat kunjungan dari rombongan Mahasiswa UNISKA beserta para dosen pembimbing dalam kegiatan pengabdian masyarakat.  Pengabdian Masyarakat yang tertera pada Tri Dharma Perguruan Tinggi dapat berartikan yaitu kegiatan sivitasakademika yang memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mensejahterakan masyarakat dan mencerdaskan kehidupan bangsa. 

Pengabdian kepada masyarakat dapat dilakukan berbagai kegiatan positif, mampu bersosialisasi dengan masyrakat dan dapat memberikan berkontribusi nyata.  Seperti yang kita ketahui peran atau fungsi mahasiswa adalah penyambung masyarakat kepada pemerintah, agentofchange, dsb.  Maka dari itu mahasiswa harus mengetahui porsi dari tugas mereka masingmasing dalam mengabdi terhadap masyarakat.  Program jenis kegiatan pengabdian masyarakat mencakup semua bidang IPTEK dan seni yang dipelajari seorang akademika atau mahasiswa secara individu ataupun sebuah organisasi.  Terlebih pada kelompok masyarakan secara organisasi ataupun badan usaha kecil menengah (UKM).

salah satu program yang dapat dilakukan mahasiwa dalam pengabdian terhadap masyarakat

Adalah kewirausahaan.  Mahasiswa diharapkan dapar memberikan masukan serta menyelenggarakan unit layanan kewirausahaan yang professional, mandiri dan berkelanjutan, harus berwawasanknowledgebasedeconomy.  Kewirausahaan harus mandiri dan berkelanjutan sehingga kewirausaha diberi peluang untuk menjadikan sumber daya manusia dan alam dapat dimanfaatkan dengan baik. Tujuan pengabdian kewirausaahan ini yaitu antara lain :

a. menciptakan wirausaha yang mandiri

b. meningkatkan keterampilan manajemen usaha bagi industri

c. melihat peluang yang ada sebagai bahan pertimbangan dalam wirausahanya agar berkembang pesat.

Kegiatan pengabdian masyarakat kali ini diisi dengan praktek pembuatan telor asin di KWT Harum Manis.

Telur asin adalah istilah umum untuk masakan berbahan dasar telur yang diawetkan dengan cara diasinkan (diberikan garam berlebih untuk menonaktifkan enzim perombak).  Kebanyakan telur yang diasinkan adalah telur itik, meski tidak menutup kemungkinan untuk telur-telur yang lain. Telur asin baik dikonsumsi dalam waktu satu bulan (30 hari).

Di Jawa Tengah, daerah Brebes dikenal sebagai penghasil utama telur asin.  Industri telur asin di Brebes cukup meluas hingga tersedia berbagai pilihan kualitas telur asin. Masing-masing produsen memiliki cap sendiri-sendiri yang biasanya dapat dilihat pada kulit telur.  Walaupun selera orang berbeda-beda, telur asin yang dinilai berkualitas tinggi memiliki ciri-ciri bagian kuning telur berwarna jingga terang hingga kemerahan, "kering" (jika digigit tidak mengeluarkan cairan), tidak menimbulkan bau amis, dan rasa asin tidak menyengat.  KWT Harum Manis nanti nya juga diharapkan seperti itu setelah kegiatan pengabdian masyarakat ini, dapat memproduksi telor asin dengan stempel sendiri sehingga dapat menambah pemasukan bagi KWT Harum Manis Kelurahan Bangkal.

 

 

Hal-hal yang perlu diperhatikan saat persiapan pembuatan  telur asin adalah sebagai berikut :

1.  Gunakan telur bebek kualitas premium.  Ciri-ciri: kuning telurnya berwarna kemerahan dan tidak berbau amis ketika sudah menjadi telur asin telur bebek kualitas bagus dan tidak amis biasanya dihasilkan oleh bebek yang diberi makanan pakan organik serta udang.

2.  Biasanya daerah penghasil telor bebek yang bagus itu adalah Blitar, Jawa timur, dan Indramayu.  Namun untuk wilayah Kalimantan Selatan daerah penghasil telur bebek terbaik adalah kota Amuntai dan Barabai.

Jika sulit mendapatkan telur bebek, telur ayam biasa juga dapat dijadikan telur asin.

3.  Untuk menentukan apakah telur bebek masih layak diolah, lakukan pengujian ini: masukkan telur ke dalam wadah yang sudah diisi penuh dengan air.  Jika telur tenggelam, artinya telur masih layak dikonsumsi.  Pastikan juga telur tidak retak.

4.  Bersihkan telur dari kotoran yang menempel kemudian keringkan dengan lap.  Amplas permukaan telur agar pori-porinya terbuka.

5.  Gunakan air yang dingin untuk merendam telur.

6.  Tentukan cara pembuatan telur asin yang diinginkan sehingga bisa memperkirakan jenis dan banyaknya bahan yang akan digunakan seperti abu gosok, garam dan batu bata merah halus.

 

 

Telur asin dapat dipadukan dengan berbagai masakan misalnya nasi rawon dan nasi pecel. Meski demikian telur asin yang dimakan tanpa nasi juga tetap lezat.  Proses pembuatannya pun tidak rumit, peralatannya  minim, serta bahan-bahannya mudah didapat. Berikut adalah cara membuat telur asin.

Cara pembuatan telor asin adalah sebagai berikut :

1.  Campur abu gosok, batu merah yang sudah digiling halus, dan garam dengan perbandingan campuran

      2:2:3.  Aduk rata.

2.  Tambahkan air secukupnya sampai menjadi adonan pasta.

3.  Balurkan ke telur sampai terbungkus rapi, kira-kira dengan ketebalan adonan 1 cm. 3.  Simpan ditempat    yang terbuka sampai waktu yang diinginkan.

4.  Untuk asin yang tidak berlebihan, simpan telur selama 7-15 hari.

Dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat oleh mahasiswa UNISKA kali ini dirasakan dpt menciptakan suatu manfaat untuk masyarakat Kelurahan Bangkal Khususnya KWT Harum Manis.

Oleh :

Yulia Resty, SP

NIP.  19860716 201503 2 002

PPL Kel. Bangkal Kec. Cempaka Kota Banjarbaru

Share: Share on Google+ Print: